Bintan Lagoon Resort

Manfaatkan Bonus Untuk Liburan? Kenapa Tidak

Kiriman blog   •   Des 22, 2015 08:31 GMT

Tak terasa sudah di pengujung 2015. Para pekerja akan menerima bonus pada akhir tahun. Lalu bagaimana jika Anda berniat menggunakan seluruhnya untuk liburan? Apakah mungkin? Bisakah? 

Tentu saja hal tersebut bisa saja dan tidak masalah. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum kita pergi bersenang-senang. 

Menurut Fioney Sofyan Fonda, seorang Wealth Asset Management, pada dasarnya bonus akhir tahun juga dapat dimanfaatkan seluruhnya untuk memberi penghargaan bagi diri sendiri.

Uang atau bonus tersebut biasanya memang harus disisihkan akan tetapi “Bukan ‘melulu’ uang harus habis untuk investasi sampai lupa memberi reward kepada diri sendiri,” katanya kepada Bisnis.

Jika kita ingin menghabiskan bonus akhir tahun tersebut ada beberapa ‘syarat’ yang wajib Anda penuhi, tentu saja lebih baik sedia payung sebelum hujan.

1. Tidak punya utang konsumtif seperti kartu kredit atau cicilan lain-lai. Sebaiknya  tagihannya harus nol. Utang konsumtif lainnya termasuk kendaraan, tetapi jika Anda menggunakan kendaraan untuk usaha itu tergolong hutang produktif. Jadi pisahkan perhitungannya.

2. Jumlah dana darurat sudah terpenuhi. Pada umumnya para perencana keuangan menyarankan dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan bagi yang masih lajang dan enam hingga dua belas kali pengeluaran bulanan keluarga bagi yang sudah menikah.

3. Sudah punya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Asuransi kesehatan akan menanggung risiko ketika Anda sakit, sementara asuransi jiwa akan menanggung risiko seperti meninggal dunia atau cacat tetap.

Nah, dalam perencanaan keuangan biasanya fokus kepada bagaimana mengatur gaji bulanan yang Anda dapatkan, bonus menjadi semacam back up untuk mencapai tujuan di luar tujuan keuangan utama. Porsi dana untuk investasi juga seharusnya sudah dikeluarkan sekian persen di awal saat Anda mendapatkan gaji. Jadi, Anda tinggal menentukan apakah bonus akan dipakai untuk menambah investasi atau untuk reward bagi diri sendiri.

Jika tujuan keuangan prioritas telah tercapai, Anda sangat berhak untuk mengalihkan bonus untuk memberi penghargaan bagi diri sendiri yaitu liburan atau membeli sesuatu untuk diri sendiri misalnya gadget yang keren atau tas yang bagus.

Liburan akan bermanfaat menjadi ‘makanan jiwa’ agar lebih bersemangat kerja setelahnya. “Batin itu membutuhkan liburan misalnya setahun sekali atau dua tahun sekali,” kata perempuan bergelar Registered Financial Associates (RFA) ini.

Saat mendapatkan bonus dan tujuan keuangan prioritas seperti yang telah disebutkan sudah tercapai, tetapi Anda belum berniat untuk langsung liburan, Anda dapat mengalokasikan secara sekaligus atau lum sump pada instrumen investasi dengan tujuan untuk berlibur satu atau dua tahun mendatang.

Dengan begitu, saat berlibur di dalam atau di luar negeri kelak, Anda tak perlu irit, tidak perlu mencari penginapan murah atau bersikap layaknya backpacker. Tak semua orang terbiasa dengan gaya berlibur yang minimalis, sehingga jika menerapkannya malah tidak akan menikmati liburan.

Bagaimana, apa Anda termasuk kategori orang yang sudah layak untuk menghabiskan bonus dengan bersenang-senang? Bersiap-siaplah untuk mengemasi barang dan pergi ke tempat-tempat indah yang jadi impian Anda.